Sale!

Di Manakah Engkau Wahai Sahabat?

Rp68.000

Pengarang Bagja Putra
Institusi
Kategori Buku Umum
Bidang Ilmu Bahasa dan Sastra
ISBN 978-623-02-0260-5
Ukuran 14×20 cm
Halaman vi, 116 hlm
Harga Rp 68.000
Ketersediaan Pesan Dulu
Tahun  2019
Categories: , Tags: , , ,

Description

Petang itu, awan-awan tampak berarak-arak tak tentu arah. Matahari pun telah menggelincirkan dirinya untuk kembali singgah pada tempat peraduannya di ufuk barat, menciptakan lembayung indah nan menawan di atas megahnya cakrawala nusantara.

Angin berdesau-desau menerpa pepohonan yang demikian merindang. Ayam-ayam kampung juga sudah mulai berkokok dan saling sahut-menyahut menggema ke sana ke mari, pertanda petang akan segera berakhir dan berganti menjadi malam yang hening.

Sebenarnya, aku, Tina, Fatma, Adin, Asikin dan Deni masih bermain galah asin di halaman luas depan rumahku hampir dikelilingi oleh pokok pepohonan bambu, mangga, durian, karet, rambutan dan kelapa yang tumbuh subur juga menari-nari karena diterkam oleh hembusan angin.

“Lailaaah! Geura uih! Sakedap deui téh Maghrib, astaghfirullãhal’azhimaya wéwé gombél engké!” seru Mama sekonyong-konyong menakut-nakuti kami. Medengar seruan yang berasal dari dalam rumahku itu, kami menghentikan permainan karena kami sadar bahwa ini adalah waktu kami untuk pulang. Terlebih aku, Tina dan Fatma sebagai anak-anak perempuan. Memang benar, tidaklah baik buat para gadis berusia sembilan tahun berkeliaran pada tempo-tempo berbahaya seperti ini, di mana babi-babi hutan mulai berjalan hilir mudik menyusuri kampung yang teramat pelosok ini dan juga beberapa hewan liar yang lain.

Para bocah lelaki itu berhamburan pergi meninggalkan permainan. Kami, para gadis pun bersegera pula untuk pulang. Namun, sebelum itu, entah ada apa, Fatma memanggil kemudian berbisik kepada kami berdua (aku dan Tina).

“Lailah, Tina, besok kita main lagi, ya, tapi bertiga aja! Aku juga mau cerita sama kalian di pinggir sungai nanti, oke!” kata Fatma mengajak kami. Kami menanggapinya dengan kepala yang menganggut-nganggut, tanda bahwa kami memang mengiyakan ajakannya. Kami akhirnya berpencar-pencar menuju rumah masing-masing.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Di Manakah Engkau Wahai Sahabat?”

Your email address will not be published.